Saturday, January 28, 2017

TANGGAP AKAN ADANYA UNSUR DIBALIK KEDATANGAN WASEKJEN FPI TENGKU ZULKARNAEN

KETIKA WASEKJEN FPI DITOLAK DI SINTANG 



Dikutip dari Liputan 6 Berita Online

Pontianak - Sejumlah komponen di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, telah mengadakan pertemuan terkait aksi penolakan sekelompok orang terhadap kehadiran Wakil Sekjen MUI Teuku Zulkarnain di Bandara Susilo Sintang, Kamis pagi, 12 Januari 2017.

Wakil Bupati Sintang Askiman menuturkan, kejadian di bandara tersebut merupakan gerakan spontanitas dan bukan terencana.

"Ini terjadi akibat adanya kesalahpahaman informasi yang didapat oleh kelompok tertentu, sehingga menimbulkan pemikiran yang kurang mengenakkan," kata dia di Sintang, dilansir Antara, Jumat (13/1/2017). Sebelumnya, kemarin sekitar pukul 09.00 WIB, telah terjadwal pelantikan Ketua DAD Kabupaten Sintang. 

Dalam pelaksanaannya, semua panitia dan pengurus menunggu kedatangan Gubernur Kalbar Cornelis sebagai Ketua Majelis Adat Dayak Nasional. 

Kemudian, sejumah panitia menjemputnya ke Bandara Susilo Sintang."Ternyata sampai di bandara baru diketahui bahwa gubernur tidak jadi datang, karena ada kegiatan kedinasan lain," kata dia. Sesampai di bandara, lanjut Askiman, mereka mendapatkan informasi ada Sekjen FPI yang datang ke Kota Sintang. Mereka lalu secara spontan mengumpulkan massa untuk menolak kehadiran Zulkarnain karena dikira sebagai Sekjen FPI.


Mereka lalu masuk dari terminal kedatangan bandara, langsung mendekati pintu pesawat, dan berorasi menolak kedatangan Zulkarnain, yang akan mengikuti tablig akbar di Kota Sintang, Sekadau, Sanggau serta Melawi.

Penolakan tersebut membuat Zulkarnain tidak bisa turun dari pesawat dan kembali ke Pontianak, membatalkan kegiatan hari itu. Karena itu, kata Askiman, setelah dilakukan pertemuan dengan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), para tokoh FKUB pun sepakat mengeluarkan pernyataan sikap bersama yang lahir tanpa paksaan.

Pernyataan sikap ini berbunyi sebagai berikut: 

"Kami yang bertanda tangan di bawah ini, sangat mendambakan kehidupan Kabupaten Sintang yang sudah terjalin dengan baik dan harmonis, untuk tetap dapat dipertahankan.Kami menyadari bahwa Kabupaten Sintang terdiri dari berbagai suku, bangsa, budaya, etnis dan agama. Sangat menghormati dan menjunjung tinggi keberagaman. Oleh karena itu, kami tidak ingin kehidupan yang sudah tenteram, damai dan penuh kekeluargaan, dirusak oleh pihak-pihak yang bisa memecah-belah persatuan dan kesatuan bangsa.Kami tidak menolak kehadiran lembaga atau kapasitas seseorang sebagai tokoh agama. Tapi sesungguhnya yang kami tolak adalah paham radikal seseorang atau kelompok tertentu, yang dapat memecah belah hubungan antarumat beragama. Serta tidak menerjemahkan kitab suci agama lain, yang akan menyesatkan kepercayaan orang lain." 

Kita harapkan, adanya kesadaran dari semua pihak untuk konsisten menjaga kelangsungan hidup Kabupaten Sintang ini yang penuh damai, harmonis dan rasa kekeluargaan yang tinggi. Tidak terusik oleh kepentingan kelompok lain yang akan memecahbelahkan Kota Sintang ini," kata Askiman.

Menurut kabarnya bahwa Tengku Zulkarnaen, langsung bertolak balik dengan pesawat yang sama Dan tidak sempat untuk menginjakkan kaki di Sintang. Dengan bigutu rencananya Tabliq Akbar yang akan digelarnya juga gagal dilakukan.

KETIKA HABIB RIZIEQ TIDAK DI-WELCOME OLEH WARGA SURABAYA

HABIB RIZIEQ SYIHAB DITOLAK DI SURABAYA.



Sabtu, tgl 28 Januari 2017 merupakan Hari raya Imlek bagi orang Tionghoa. Namun di sisi lain, Imam Besar FPI Habib Riziez merencanakan Tabliq Akbar di Surabaya (Jawa Timur).

TEMPO.CO, Surabaya - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Frans Barung Mangera memastikan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab tidak hadir pada acara tablig akbar di Surabaya. Menurut FPI Jawa Timur, Rizieq pergi ke Lombok, NTB.

Acara tablig akbar yang rencananya akan digelar oleh Gabungan Umat Islam Bersatu Jawa Timur di Masjid Al-Falah Surabaya, Sabtu pagi, 28 Januari 2017. 

Menurut Frans, Rizieq memang tidak punya jadwal ke Surabaya. Meski demikian, kata Frans, polisi tetap akan menjaga kegiatan tersebut agar tidak ada gangguan. “Rizieq datang atau tidak datang polisi tetap siaga,” kata Frans saat dihubungi Tempo, Jumat sore, 27 Januari 2017.


Rizieq Syihab Diimbau tidak perlu datang ke Jawa Timur 
Massa Ancam Hadang Rizieq Syihab di Bandara Juanda 

Sebelumnya, sekitar 1.000 orang yang tergabung dalam "Aliansi Kerukunan Umat dan Kebhinekaan" berunjuk rasa ke Kepolisian Daerah Jawa Timur di Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Kamis, 26 Januari 2017.

Mereka menolak kedatangan Rizieq Syihab di Surabaya. Massa mengancam bakal menghadang di Bandara Juanda bila yang bersangkutan nekat akan datang.



Dalam orasinya, salah seorang pengunjuk rasa mengaku bisa mengajak kelompok nasionalis di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik untuk mencegat Rizieq di bandara.

“Jawa Timur sudah tenteram, jangan dirusak suasana ini dengan kegiatan-kegiatan provokatif yang mengatasnamakan agama,” ucapnya.

Dari kejadian ini, tampak kelas bahwa Imam Besar FPI bukanlah perwakilan umat Islam. Surabaya yang aman Dan tenteram, jangan sampai berubah seperti Jakarta, oleh karena orasi-orasi provokatif. Seperti yang anda ketahui, bahwa Habib Rizieq Masih akan dipanggil penyidik terkait kasus "penodaan lambang Negara" 

Warga Surabaya, bukanlah Warga yang suka akan tindakan anarkis, Warga Surabaya sudah paham arti sebuah perbedaan.

Dan kabarnya Habib Rizieq bertolak ke Lombok pasca kehadirannya ditolak untuk melaksanakan Tabliq Akbar di Surabaya, Jawa Timur.